Senin, 12 Agustus 2013

NEGARA-NEGARA DEMOKRASI YANG MAYORITAS MUSLIM DAN INDOESIA HARUS WASPADA ATAS HUT NKRI TAHUN INI

SALAM ASWAJA " IZDAJAA ANNASRULLAH"   UNTUK NUSANTARAKU

NEGARA-NEGARA DEMOKRASI YANG MAYORITAS MUSLIM

DAN INDOESIA HARUS WASPADA ATAS HUT NKRI TAHUN INI

Saya tampilkan,brita ini sekedar melintasi pikiran anak-anak HTI,dan Salafy Wahabi,yang suka-sukanya mengkafirkan Negara Demokrasi Republik Indonesia,Khusus bagi Jama’ah Tabligh,Ihwanul Muslimin,LDII,Ahmadiyah.Agar mengambil cermin lebar-lebar.

Ketahuilah dari Negara Asalnya saja Hizbnu Tahrir itu bukan berbentuk Khilafah melainkan Negara Demokrasi,seperti Iran,dan Fakistan, Sementara jika mengkafirkan Negara Demokrasi,begitu banyak Negara-negara demokrasi ini,Iraq,misalnya,Suria,yang mayoritas Umatnya Islam,bahkan mesir,alangkah luar biasanya HTI,Salafy Wahabi,Jama’ah Tabligh mengkafirkan NKRI ini .

Berikut saya tampilkan bahwa Mesir itu Negara demokrasi yang menjunjung PEMILU. ( Ya…buat wawasan anak-anak mudah saja kok,yang berpotensi tanpa berpikir lalu berbuat yang penting asyik,ikut-ikutan Gerakan mendukung petinggi haus kekuasaan ).

Hasil Referendum Mesir : 63,8% Mendukung Konstitusi, Tidak Ada Kecurangan

Berita terbaru :
Dikirim oleh aan | Pada 26 December,2012 | Dalam Berita Populer, Dunia Islam

Komisi Referendum Konstitusi Mesir pada Selasa (25/12) malam mengumumkan hasil akhir referendum konstitusi baru dengan perolehan 63,8 persen mendukung dan 32,2 persen menolak. Referendum tersebut merupakan pengesahan Rancangan Undang-Undang Dasar (RUUD) yang diajukan oleh Majelis Konstituante setelah lebih enam bulan pembahasan.

Komisi Pemilihan menyatakan tidak ada kecurangan dalam pemungutan suara yang dilakukan. Seperti yang dikutip dari AFP, Rabu (26/12/2012).

Komisi Pemilihan Mesir telah mengkonfirmasi bahwa tidak ada kecurangan sebagaimana dituduhkan oleh pihak oposisi. Presiden Komisi Pemilihan Nasional Samir Abul Maati mengatakan bahwa 63,8% suara sah telah mendukung konsitusi.

Hasil resmi referendum konstitusi ini mendekat hasil perhitungan cepat yang dilakukan berbagai media massa dan kelompok pemantau yang menyebutkan 64 persen mendukung.
Referendum konstitusi tersebut diselenggarakan dua tahap, yaitu tahap pertama di 10 provinsi termasuk Kairo pada 15 Desember 2012 dan tahap kedua di 17 provinsi sisanya pada 22 Desember.

Di samping di dalam negeri, sekitar setengah juta warga Mesir di luar negeri juga menggunakan hak suaranya lewat kedutaan dan konsulat di berbagai negara.
Dengan hasil referendum tersebut, maka dukungan terhadap Presiden Muhammad Mursi serta Ikhwanul Muslimin dan kelompok Islam menguat. Pasca referendum akan digelar pemilihan legislatif dalam waktu dua bulan mendatang.

Via akun twiternya, Mursyid IM Muhammad Badi’ mengucapkan selamat kepada seluruh elemen masyarakat, militer, polisi, dan seluruh rakyat atas keberhasilan rakyat Mesir ini. Badi’ mengajak seluruh rakyat maju ke depan membangun Mesir yang lebih baik baik bagi muslim maupun masehi (nasrani). “Selamat untuk pilihan rakyat,” ujar Badi’.

Sementara itu PM Hisyam Qandil menyatakan, “Rakyatlah pemenang dalam referendum ini, dan tidak ada pihak yang kalah”.

Mufti Mesir Prof Dr Ali Jumah via akun twitternya juga mengajak rakyat mesir untuk saling menyebar rasa cinta dan persatuan, bukan perpecahan.
Sementara itu, Jumat pekan ini (28/12) Syekh Qaradlawiy kembali khutbah di mesjid Azhar. Wizaratu al-Awqaf menjadwalkan Syekh Qaradlawiy akan khutbah setiap bulan di mesjid Azhar.

Ingat Negara Iran dan Fakistan itu Negara Demokrasi ya !!!!!!!!!

Lalu kenapa mengkafirkan Lambang Negara,UUD 45,KUHP dan sebagainya,coba ketok jidat kalian,Bagaimana Mesir ?,bukankah sama seperti Indonesia ? lalu fakistan,lebih hebat lagi Iran undang-undag apa yang mereka pakai ?...100 % degan hokum Al-Qur’an menurut Ustad Ba’asyir ?,atau tokoh HTI, kalian Tau Iraq ? system apakah ?,bukankah merekan juga menggunakan produk- produk hokum seperti Indonesia ?,Saudara ku sebangsa dan setanah air,jagan mau dibodohi sekenario Yahudi,Yang akan berupaya mempercepat PERANG IRAN DAN BANI SAUD,yang intinya Islam Mazhab Ahlussunnah Wal-Jama'ah Pengikut Nabi Besar Muhammadin Saw,dan para shabatnya, menagis di seluruh dunia,karena ulah para politisi dari konsep-konsep Nabi Palsu,Bani Saud (Muhammad bin Abdul Wahab) dari Bani Iran (Abdullah Bin Sabak) ,Bani Fakistan (Mirza Gulham Ahmad),Bani Eropa /Britsh (Kristen,Rasul Petrus paulus II),dan Bani Esrail (Samiri ,Yahudi). Ketahuilah saudaraku umat-umat haus kekuasaan dari ke 5 (lima ) nabi palsu inilah samapi hari qiyamat akan membanjiri darah di muka bumi ini.

Harapan kita,jagan sampai Indonesia terpedaya,Kita musti bersyukur di nugrahkan oleh Allah sebagi Bumi Aswaja,bermazhabkan Mazhab tertinggi,yakni Mazhab Imam Syafi'i ra.

Umat Islam yang bermazhab diluar Mazhab Imam Syafi'i lah..yang selalu kacau.untuk itu ketahuilah wahai saudaraku, sesungguhnya kita beriman kepada 4 kitab yakni kitab Zabur,Kitab Taurot,Kitab Injil,semuanya dari Agama samawiyah. ketiga kitab terdahulu masuk semua kedalam Al-Qur'an Mushaf Ustman,begitupula Mazhab saudara-saudaraku, Mahab Maliki,Mazhab Hanafi,Mazhab Hambali disempurnakan masuk kedalam Mazhab Imam Syafi'i. Indonesia Luar biasa,telah dianugrahkan Allah Swt bermazhab Ahlussunnah Wal-Jama'ah,yang mengikuti Sunnah Rasulullah,sunnah Chulafairosidin dan mematuhi,pesan Rasulullah Saw : bahwa Al-Ulamak Warisatul Ambiak. Ingat saudraku keutuhan NKRI !,dan ingat-ingat hukum Allah dan Rasul-Nya tentang Pemberotakan itu adalah HARAM HUKUMNYA,selagi pemimpinya Orang Islam,untuk itulah syarat menjadi Presiden dan Wakil Presiden di NKRI ini adalah orang Islam,karena Indonesia Mayoritas Islam.
Jika kita bersabar Insyak Allah Indonesia menjadi bagian Negara penegah dalam pristiwa perang Ahir Zaman.Dan Sa'atnya Nanti kita Akan Bangga degan lambang Negara kita yang mencerminkan Islam Rahmatan Lil Alamin.

http://kisahislami.com/hasil-referendum-mesir-638-mendukung-konstitusi-tidak-ada-kecurangan/
 

 

1 komentar: