Sabtu, 06 Juli 2013

RATUSAN HADIST WIRID DI PROTEST OLEH WAHABI



TERLALU LELAH DAN SIA SIA UPAYA WAHABI MENGHAPUS/MEMPROTES WIRID.

Berzikir /wirid –wirid setelah sholat ,Wirid pagi dan petang

1.Rasulullah Saw bersabda :

Barang siapa di pagi dan di petang hari membaca Subhanallah walhamdulillah sebanyak 100 kali, maka kelak di hari Qiyamat tiada seorangpun yang melebihi keutama’anya,kecuali orang yang serupa atau membaca kalimat tersebut melebihinya HR.Muslim)

2.Menebus dirri dari Neraka :

Rasulullah Saw bersabda : Barang siapa mrngucapkan “ Suhanallahi wabihamdihi 1000 kali,maka ia telah menebus dirinya dari Allah dan adalah ia pada ahir hayatnya bebas dari Neraka.(HR. Thabrani-Al –Kharaaithi).

3.Dari sa’ad bin Abu Waqqash;Bahwasanya ia bersama Nabi Muhammad Saw berkunjung kepada rumah seorang wanita,ia tengah memegang biji-bijian kurma/batu-batu kerikil yang dipakai menghitung ucapan tasbihnya,lalu beliau bersabda : “ Ketahuilah,aku ceritakan kepadamu amalan yang lebih meringankan mu,tetapi bobotnya lebih utama dari yang kau ucapkan itu,demikian kalimatnya “

Subhanallahi ‘adadama kholaqo fi sama’,Wasubhanallahi ‘adadama kholaqo filardh.Wa subhanallahi ‘adadama baina Zalik,Wasubhanallahi ‘adadama huwa kholiq,Wallahuakbar  misal zalik,Walhamdulillahi mislazalik, Wala Ilahailallahu mizla zalik, wala haula wala qowata illa billahi misla zalik. (HR.Turmuzi)

Artinya “  Aku bertasbih, kepada Allah sejumlah apa yang Dia ciptakan di langit dan di bumi,dan sejumlah apa yang berada di tengah-tengah keduanya,dan sejumlah apa-apa yang ada pada-Nya,sebagai pencipta,dan Aku berzikir sejumlah bilangan yang disebutkan di atas,dan ku Baca ‘’LAHAW LA WALA QOWATA ILLAH BILLAH “  dan kalimat “LA ILAHA ILLALLAH” sejumlah bilangan tersebut di atas.(H.R Turmuzi).

4.Wirid-wirid setelah Sholat,Imam Al-Baghowy di dalam tafsirnya,degan sanad yang sampai kepada Sayyidina Ali bin Abi tholib,beliau berkata: Rasulullah Saw telah bersabda yang artinya “Sesungguhnya Fathahul kitab,Ayat kursi, dan dua ayat dari surat Ali imran,yaitu syahidallahu sampai innadinna indallahil islam dan Qulillahuma sampai Bikhoiri hisab,tergantung antara ia dan Allah ada hijab,ia mengatakan Ya Tuhanku;Turunkanla aku ke bumi dan kepada orang-orang yang mendurhakai Mu. Allah menjawab :Aku telah bersumpah bahwa tidaklah se seorang hambaKu membacanya setiap dari Sholat (berwirid),melainkan Aku jadikan aku jadikan surga sebagai tempat tinggalnya. Dan Aku mungkimkan (tempatkan) di Hadharul qudus dan akan Aku Pandangi degan pandangan Ma’una setiap hari 70 kali dan aku berikan hajatnya,tiap-tiap hari 70 hajat,seringan ringanya adalah Maghfiroh (ampunan).


Wirid Zikir pagi dan petang,juga dapat dilihat Qs.Al’araf Ayat 205, Qs Qaf Ayat 39,Qs.Al-Mukminun Ayat 55, Qs.An-Nur Ayat 36-37.dan Qs. Shad 18.

Allah berfirman :

Para malaikat yang membawa arasy dan siapa saja yang berada disekelilingnya,mereka itu sama bertasbih degan memuji Tuhan merekapun,beriman kepada Allah,serta mereka juga memohonkan Ampunan untuk orang-orang yang beriman.

Wahai Tuhai Tuhan kami,sesunggunya Engkau Maha luas RahmatMu,terhadap segala sesuatu dan Maha mengetahui,Maka berikanlah Ampunan kepada orang-orang yang telah bertobat dan telah mengikuti Agama Engkau,serta peliharalah mereka dari siksa neraka.(Qs.Al-Mu’minun,Ayat 7).

Allah berfirman :  Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka jahanam,kebanyakan dari jin dan manusia,Mereka mempunyai hati,tetapi tidak tidak dipergunakanya untuk memahami Ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah dan mereka mempunyai telinga tapi tidak dipergunakanya untuk mendegar Ayat-ayat Allah. Mereka itu seperti binatang ternak bahkan mereka lebih lebih sesal lagi mereka itulah orang-orang yang lalai. (Qs.A’raf Ayat 179).

Salafi wahabi membenci wirid-wirid dan zikirullah “ LAILAHAILLAH’ tidak lain dalam menyongsong Dajjal.

1.Diriwayatkan ketika Rasulullah Saw menjelaskan tentang Dajjal  para shabat ada yang bertanya: Apakah pada hari itu ada ada harta yang paling bagus ! Rasulullah Saw menjawab,yang paling bagus  ialah yang memebrikan minum kepada keluarganya dengan air, adapun masalah makanan tidaklah berarti.

Para Sahabat bertanya: Lalu pada hari itu apakah makanan orang-orang ? Beliau menjawab : Tasbih ,Tahmid,Tahlil.

Asyah Ra bertanya :  bagaimana keadaan bangsa Arab pada waktu itu ?

Rasulullah menjawab : Bangsa Arab pada waktu itu  sangat sedikit.

 (HR.Imam Ahmad  dari Sayyidah Aisyah ra ).

2.Rasulullah Saw bersabda : Dajjal tidak akan keluar sampai manusia lupa dengan Zikirnya.

3. Rasulullah Saw bersabda : Dajjal akan keluar (dengan misinya) degan cara meremehkan agama dan menjauhi ilmu Agama dan aku mendegar bahwa bersama dajjal ada para syetan yang berbicara dengan manusia.

Note : untuk itulah Salafy Wahabi mengharamkan majelis Zikir “Tasbih ,Tahmid,Tahlil,agar proses keluarnya Dajjal semakin cepat.Iblis ya takut sama zikir Lailahaillah,yang mengema.


LA ILAHA ILLALLAH, LA ILAHA ILLALLAH, LA ILAHA ILLALLAH, LA ILAHA ILLALLAH....!
==================
MAU PAHALA ALTERNATIF MATI SHAHID ? LAKUKAN WIRID

Nabi Muhammad Saw bersabda : Siapa yang membaca tiap pagi dan sore

"A'uzubillahissamil'alim Minnasyaithonir rojim 3 x (Tiga kali).

Huawallahulazi lailahailla Huwa ‘alimul ghoib ..hingga ahir ayat surat A l-Khaisyr ,maka Allah menyuruh 70.000 ( Tujupuluh Ribu),malaikat mendo’akanya hingga sore,dan jika mati pada hari itu maka ia MATI SYAHID, dan demian pula diwaktu sore,di do’akan higa pagi.HR.Athabrani).

Rasulullah Saw,Jika akan tidur tiap malam lalu meghimpun kedua tapak tanganya,kemudian meniup dan sedikit ludah pada kedua tapak taganya sambil membaca Qulhu dan Qul’a’uzubirobbil falaq dan surat annas ,kemudian megusapkan kedua telapak tagannya itu,dari kepla ,muka dan semua badanya ,berbuat yang demikian itu berulang 3 x (tiga kali). (HR. Bukhari-Muslim).

Nabi Muhammad Saw bersabda : Siapa yang membaca dua ayat terahir dari surat Al-Baqoroh yakni Amanarasul hingga ahir ayat,maka cukup memadai untuknya,dan cukup baginya menyamai bagun malam ( Tahajud ,Tasbih dan sebagainya ).(HR Bukhari-Muslim).

Naufal berkata : Rasulullah Saw memberitahukan kepadaku Bacala surat Qulya ayuhal kafirun tiap akan tidur,kemudian tidurlah,maka sesungguhnya surat itu membebaskan dari syirik.(HR Abu Daud ).

Sabda Nabi Muhammad Saw : Bacalah surat Al-Baqoroh,sebab ia dapat memberikan syafa’at (pertologan) pada hari qiyamat pada ahlinya (pengamalnya).dan Bacalah Dua Surat yang terang bagaikan bunga ( Harum) dan pelita yaitu Al-Baqoroh dan Ali Imran,sebab keduanya akan datang pada hari qiyamat bagaikan awan,atau bagaikan rombongan burung berbaris untuk membela pada Ahlinya ( pengamal wiridnya),Bacalah surat Al-Baqoroh sebab jika melaksanakan pasti Barokah dan JIKA meninggalkanya pasti merugi,meyesal dan tidak akan bisa melaksanakanya,bagi orang-orang bathil yang tidak jujur.( HR. Ahmad).
Rasulullah Saw bersabda : Barang siapa menunaikan sholat subuh,kemudian duduk berzikir kepada Allah,maka Allah ta'ala akan memberikan 70 istanah yang megah terbangun dari Emas dan perak di dalam surga firdaus. Sumber : Duratun Nashihin Jilid I,hal 71.

Nabi Muhammad Saw bersabda : Sesungguhnya aku duduk pada tempat duduku berzikir kepada Allah,padanya sholat pagi (subuh ),sampai terbit matahari,adalah lebih aku sukai dari pada memerdekakan 4 orang budak belian. (H.R Abdu Daud dari Anas ra).

Nabi Muhammad Saw bersabda: Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Saw,apabila telah mengerjakan sholat subuh, lalu duduj ketempat sholatnya,sehingga terbitlah mata hari dan separoh riwayat,beliau mengerjakan sholat du'a reka'at,yakni setelah terbit Matahari ( sholat Duha),dan tersebutlah keutamaan-keutamaan yang demikian ,yang tidak terhinggakan,(H.R Muslim dari Jabir ra).


Nabi Muhammad Saw bersabda : Barang siapa bershalawat untuk saya 100 x pada hari jum'at,maka pada hari qiyamat,dia datang sedang bersamanya beserta cahaya,sekiranya cahaya itu dibagikan kepada semua mahluk niscaya mencukupi mereka.



Ya,Allah semoga ini semua ada manfa’atnya bagi kami.Amin Ya Fardhu Ya witru Ya Ahadu ya somad ya Robbal ‘alamin.

Allahumma soli’ala sayyidina muhammad wa’ala alihi wa ashabihi ajma’in.

WAHABI MENGHAPUS AYAT -AYAT AL-QUR'AN DAN HADIST PADA MASALAH SYAFA'AT.

TENTANG SYAFA’AT (PERTOLONGAN),CUKUP BANYAK DALAM HADIST-HADIST DAN AL-QUR’AN,PADA KEUTAMAAN MEMBACA SHALAWAT DAN LAIN-LAIN DO'A SERTA WIRID.

Al-qur’an bisa mensyafa’ati Nabi Muhammad Saw,bisa,para ulamak dan orang sholeh bisa,dan tentunya izin Allah Swt

Nabi Muhammad Saw bersabda : Barang siapa datang kepadaku berziara. Yang tidak penting baginya selain dari pada menziarahi aku Niscaya Haq Atas Allah ta’ala,supaya aku ber syafa’at kepadanya ( H.R Athabrani dari Ibnu Umar.

Allah berfirman : Janganlah kamu menganggap mati orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu !,Jagan lah begitu ! Mereka itu hidup,Mereka mendapat rizqi dari sisi Tuhan dan mereka gembira
( Al-Qur’an Surat Ali Imaran Ayat 169-170 )

Nabi Muhammad Saw bersabda :
Barang siapa yang menolong Mayit dengan baca Al-Qu'an atau Zikir,maka Ia diwajibkan Allah Masuk Surga" ( HR. Imam Nasa-i,Imam Daramy,Dari Ibnu Abass ra/Kitab Tahqiliqaatu Tsalits;Halaman400/Kitab Nassa-i bagian Bab Wushuluuluts Juz II,Hal 200.

---------------
Firman Allah Swt : Ud’u ila sabili robbika bilhikmah wal mau’idzotil hasanah wajaaldilhum billatii hiya ahsan. (Qs Anhal Ayat 125 ) Artinya; Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan bijaksana dan nasehat yang baik dan bantahlah ketreangan mereka dengan cara yang baik.

DARI MANA DAPAT ILMU,MENYOMBONGI ULAMAK LANTARAN MERASA LEBIH PINTAR,LALU MENGKAFIRKANNYA ! ASTAGFIRULLAH KEMANA HATI DAN OTAKNYA YA ?

Rasulullah Saw Bersabda : Barang siapa menuntut ilmu agar supaya dengan ilmu itu dia dapat menyombongi para Ulama.Berbantah-bantahan dengan orang awam serta memalingkanmuka, maka Allah akan memasukanya ke dalam neraka Jahanam.( HR Ibnu Majah)
Para ulamak itu sangat teliti,waspada dan bertanggung jawab kepada Allah dan Rasul-Rasul-Nya,dan Nabi-Nabin-Nya.

1.Nabi Muhammad Saw bersabda :

Al-Ulama' mushobihul ardhie wa khulafaulambiyakwawarosyati wawarosyatul ambiya'.Artinya : " Ulama' itusebagailampu-lampu di bumi,penganti para Nabi,pewarisku dan pewaris paraNabi.'.( HR.Ibnu Ady dari Ali).

2. Nabi Muhammad Saw bersabda : Al-Ulama-uwarosyatulambiyak,Tuhibbuhumahlussama'watastagfirulahumul khitanu fil bahrie iza matu ila yaumilqiyamah.Artinya :Ulama itu pewaris para Nabi,Ahli langi/para malaikat mencintaimereka danikan-ikan di laut memintakan ampun untuk mereka bila mana mereka itumatihingga hari qiyamat.(HR.Ibnu Najjar dari Annas).

3.Rasulullah Saw Bersabda :

Man akroma 'aliman faqodakromani,wamanakromani,waman akromani faqod akramallah fma'wahul jannah.Artinya : barangasiapa memuliayakan orang alim,bearti dia telah benar-benartelah memuliayakanaku,dan barang siapa telah memuliakan aku,maka Allah akanmemuliakanya,sehinggatempatnya adalah surga. (Al-Hadist).

INILAH MANIFESTASI AJARAN WAHABI FIR'UN ,ABU JAHAL DAN IBLIS LEBIH BERATUHID

Enak menziarohi Makam Rasulullah Saw,waliyullah,ulamak atau seperti Wahbi ? Mengunjungi Fir’aun dan Piramida

Berkata Syeik D.Ali al-Rubai’i, “Mengunjungi Piramida serta perkuburan Firaun-firaun, serta Musium kuno Mesir yang berdampak pada luasnya wawasan dan kuatnya iman pada Allah, maka dalam masalah ini, tidak menyalahi aturan syariat, dan hal semacam itu akan terlindung dari bahaya kemusyrikan.

Komentar al-Syeikh Abdulmunim, “Seburuk2nya bencana adalah yang jadi bahan tertawaan orang”, mengunjungi Piramida menambah iman, sedangkan ziarah pada Nabi SAW dan Ahl al-Baitnya adalah Syirik !

AL-JIDAT HITAM,PEMAHAMANYA CINGKRANG,KESESATAN SEBESAR GUNUNG UHUD,MAU DITUTUPI PULA DEGAN FATWAH ULAMAKNNYA MENCUKUR KUMIS MEMANJANGKAN JENGGOT WAJIB,INI GIMANA,YANG SUNNAH DIWAJIBKAN.GENDENG ! WOLAK WALIK,NGALUR NGIDUL !.




TAWASUL DIPROTEST HABIS,DIHUKUM KAFIR,MUSYRIK/DASAR ISLAM PROTESTAN



TAWASUL DIPROTEST HABIS,DIHUKUM KAFIR,MUSYRIK/DASAR ISLAM PROTESTAN

MENGAPA TAWASUL (DENGAN MENYEBUTKAN KEDUDUKAN/DERAKJAD/KEBESARAN) ATAU MINTA DIDO’AKAN KEPADA ALLAH DIHUKUM KAFIR DAN MUSYRIK OLEH WAHABI,HAL INI MEZHALIMI PARA NABI. WALI-WALI ALLAH,SELURU NABI DAN RASUL DAN SELURUH ULAMAK.

TAWASUL /ISTIQOSAH bukan Bid'ah Hasanah Tawasul adalah Sunnah Nabi Muhammad Saw.dan Perintah Allah. Setiap manusia yang membutuhkan Allah Sw,sadar atau tidak sadar tidak ada yang lepas dari Tawasul,yang ada mengkafirkanya.

Karena Allah Swt juga memerintahkan kita meminta degan melalui pertologan Sholat Wasta'inu bisobri washolah ! lanjutkan bacanya ya !

Berdo’a langsung kepada Allah,ya itu seharusnya.Di do’akan oleh orang lain,atau minta dido’akan orang lain,mala lebih hebat,karena anda dan orang lain sama-sama mendo’akan anda,ibart mobil ini mengunakan doubl Gardan. Lah kalo kita mendo;akan Nabi apa salah ?,didoakan Nabi apa salah ? mintak di do’akan oleh Nabi apa salah ? lah kalau ini yang dihukum Kafir /Musrik,ini pemahaman orang gila,atau pemahaman misinya Iblis.

Allah berfirman : Hai orang-orang yang beriman ! Patuhlah kepada Allah dan Carilah jalan yang mendekatkan kepada-Nya dan berjuanglah di jalan Allah,supaya kamu jadi beruntung. (Qs.Almaidah Ayat 35).

Ingat ini Ayat Al-Qur'an so'al Tawasul !
 
Firman Allah Swt didalam Al-Qur’an : Dan kalau mereka pada ketika telah menganiyaya dirinya ( dengan Berbuat dosa) datang kepada engkau ( Hai Muhammad),lalu mereka bermohon ampun kepada Tuhan dan Rasul,Dan Rasul) meminta ampunkan pula utuk mereka kepada Allah.Sesunnguhnya Tuhan penerima Taubat lagi Penyayang. Qs. Anisa’ Ayat 64).

Wahai saudaraku! Bertawasul artinya berdo'a melalui (berperantaraan menyebut derakjad) diawal pada Do’anya BihaqI Shalawat,bisa dengan bihaqi Qura'an,bisa dengan Ulamak,bisa dengan Wali-Waliyullah,bisa dengan Ibu bapak (Nabi Adam Juga bertawasul kepada Asmak Nabi Muhhamad Saw,Nabi Adam as ,berfikir bahwa alangkah mulianya Muhammad itu bersanding dengan nama Allah.terukir indah ditiang arasy,lalu Nabi Adam as berdo'a tawasul,: Ya Allah Demi kemulian Muhammad Rasul Engkau,kau sandingkan namanya dengan namaMu,maka ampunilah aku ! maka dengan bertawasul demikian,Do'a Nabi Adam as dikabulkan sehinnga Nabi Adam as dipertemukan kepada Siti Hawa di Padang Arafah,

Bertawasul dengan Ayat AlQur'an ada do'anya yakni Allumma bihaqil Fatiha,wasirril fatiha...dst,

Kemudian dalam kalimat "Auzubika limatillahi tammati minsyarima Kholaq,yakni Aku berlindung kepada Engkau ( Allah),DENGAN kalimat Mu yang sempurna dari segala kejahatan yang Engkau ciptakan.hampir setiap hari kita mengucapkan kalimat Tawasul ini,tapi ya jarang disadari saja,apa itu ? 

yakni Bismillahirohman Nirrohim,kalimat tawasul itu dimulai dengan kata DENGAN atau DEMI ( KEBENARAN/DERAKJAD/KEDUDUKAN/KEBESARAN ),yakni menyebut keutamaan Asmaknya yakni Allah , Arrahman dan Arrahim,kalimat Tawasul ini banyak dijumpai dalam Kalimat Nabi Muhammad Saw di ketika beliau mengobati orang sakit.

Ingatlah do'a Tawasul Nabi Adam Alaihi Wassalam kepada Asmak Nabi Muhammad Saw,Beliau belum hadir di Muka Bumi ini,yang ada yakni Adam dan Hawa,cobalah renungkan ! kalau kalian mungkin pernah mendengar ornag berdo'ah dengan kalimat Bihaqil Qur'anil'azim ,ini kalimat tawasul,denagan arti Demi kebenarannya Al-Qur'an " Saudra Alvan sendri sudah berkata,Demi Tuhan !!! ajaran itu bacaan Istqosah ,mendekatkan kepada musrikan .

Yang saudra katakan itu kalimat Tawasul,karena saudra mengatakan Dengan Nama Tuhan ( maksudnya),seharusnya saudra menggunakan kalimat Yaaa Allah !!! persaksikanlah !!!,Nah kalau saudra menggunakan kalimat ini saudra terbebas dari kalimat Tawasul.Coba renungkan dalam-dalam, coba kamu bandingkan kalimat BISMILLAHIRROHMANIRROHIM dengan 'AUZUBILLAHIMINASYAITONIROJIM,

pada kalimat "auzu billah " artinya aku berlindung kepada Allah,nah kalimat ini terbebas dari kalimat Tawasul,hal seperti ini pemahamanya tidak akan diberikan Allah kepada hati nyang jahil,dan ini masih sangat kecil,jika suatu sa'at saudara mendapat hidaya khusus dari Allah Swt,saudra akan tau bahwa kalimah BISMILLAHIROMAN NIROHIM meliputi sementa alam yakni 7 lapis bumi, lapis langit beserta segenap isinya semua sudah termaktub dalam kalimat Bismillahirrohmannirrohim baik alam mikrokosmos maupun makrokosmos , beda dengan kalimat, “Auzubillah “ muatanya lebih kecil yakni Saudara sendiri secara vertikal ( Aku berlindung ).

Cobalah renungkan ! insyak Allah saudara sampai kepada status Ulul Albab jika mau membuka diri berfikir yang dalam seperti Imam Ghozali,dan tidak tergesah-gesa menghakimi oranang lain seperti kalmat komentar saudra tadi “ Demi Tuhan,,!!! Kalimat itu sangat luar biasa,sementara saudar cuman berkomentar sebatas itu tanpa memberikan alasan apapun,sehingga telah menyakiti orang yang saudra maksud,kecuali saudra memaparkan dengan jelas hujah yang saudra ajukan untuk jadi pertimbangan orang lain,sehingga tidak menyakiti hati kiyai/ustad disini. Banyangkan saja, setiap hari saudara mindirikan Shloat,mudah-mudahan saudra lebih bagus Sholatnya sperti Ustad disini.

Coba Saudra perhatiaka Perintah Allah Aza wajallah dalam firmanNya, “ WASTA’INU BISOBRI WASSHOLAH !,Artinya : Pintalah pertolangan padaKu dengan Sabar dan Sholat., Kalimat perintah Allah disini kalimat Tawasul ( perantara),yakni SABAR DAN SHOLAT’.

Nah..kalau kalimatnya “ Ud’uni astajiblakum ! Pintalah padaku niscaya Aku kabulkan ! lalu saudra berdo’a, dalam tingkatan ini hilanglah makna tawasul,akan tetapi amatlah halus walaupun itu tidak terlepas dari Tawasul itu sendiri karena saudra berdo’a menggunakan perantara juga yakni dengan adanya mulut dan hati.

Pada hakekatnya puji muhadas kepada Kodim tidak terlepas dari makna Tawasul.tapi saya mengajak saudra untuk memahami tawasul yang lebih nyata,karena perso’alan yang halus tersebut keterkaitannya dengan Ilmu Ma’rifat,mungkin akan terlalu dalam kalau saya sampaikan disini,, memadailah seperti beberapa uraian saya di atas, jika sampai ketahapan ilmu hakekat yang luasnya lebih luas darl langit dan bumi maka lidah saudra akan kelu,Allah berfirman dalam hadist Qudsi ; man’abidal asama’ dunal makna faqod kafar ! Artinya siapa menyembah nama ( menyebut) nama Allah tiada dengan makana maka kufurlah ia,untuk mencapai hakekat Alif Lam Lam Ha ( Allah),sebagaimana yang dicapai Arifin Billah,tidaklah dimaksudkan untuk itu dalam perkara ini.

kita kembali pada titik perso’alan tadi, so’al Tawasul yang nyata,Saudra mungkin sudah memaklumi, sabda Nabi Muhammad Saw ; Barang siapa berdo’a kepada Allah tidak berselawat padaku,maka do’anya terkatung-katung antara lagit dan bumi (tertolak ), saudra harus sadari bahwa itu adalah tawasul ( perantara ).yakni berperantara dengan bershalawat kepada Rasul-Nya. Di yaumil mahsyar seluruh nabi-nabi bertawasul kepada Nabi Muhammad Saw,yakni minta pertologan kepada Nabi Muhammad Saw,untuk dilaporkan dan dido’akan kepada Allah Swt perkaranya,yang di sebut Syafa’at dengan keistimewaan kedudukan Nabi muhammad Saw,berupa MAKOM MAHMUDHA,

Adapun kalimat tawasul dan kafiatnya yang disajikan ustad pada posting ini yakni untuk orang yang telah memperlakukan tahapan Ibadah Syari’at,menuju ibadah thorikat,belum meninjak ke makom Hakekat apa lagi Ma’rifat dalam tahapan ibadahnya kepada Allah swt. Jarak antara Syariat dengan Makrifat,sangatlah jauh antara lagit dengan bumi.Baiklah apa yang saya uraikan ini mungkin terlalu dalam,kembali lagi kita pada perso’alan Tawasul yang nyata berdasarkan hadist dan al-Qur’an :

1. Ingatlah akan sabda Nabi Muhammad Saw,yang tersebut dalam hadist : Bersabda Nabi Muhammad Saw : Barang siapa keluar dari rumahnya hendak pergi sembahyang lalu ia mendo’a ; Ya Allah,Saya meminta kepadaMu dengan “ Haq”seluruh orang yang mendo’a kepadaMu dan saya mohon dengan ‘ Haq”perjalanan ini ( pergi Sholat) kepadaMu,Saya tidak keluar karena bermegah diri,tidak pula karena Sombong,tidak pula karena hendak riak,dan hendak dipuji,saya keluar karena Takut kepda marah-Mu dan hendak menuntut keredo’an-Mu,saya mohon dijauhakan saja dari neraka dan diampuni dosa-dosa saya,karena tidak ada yang sanggup mengampuni melainkan Engkau. Lalu Nabi menyatakan : Bahwa tuhan mengatakan “ Saya ampuni Baginya. ( HR.Ibnu Majah).

2. Ingatlah akan sabda Nabi Muhammad Saw : Dari Ibnu Umar,dari Nabi Muhammad Saw beliau berkata: Adalah dulu kala ada 3 orang dalam perjalanan,tiba-tiba mereka kehujanan,mereka masuk berteduh kedalam sebuah gua pada suatu bukit,kebetulaan runtuh abtu-batu dan menutupi pintu gua mereka,salah seorang dari mereka berkata pada kawanya: Mendo’alah kepada Tuhan dengan berkat amal sholeh yang pernah engkau kerjakan. Lalu salah seorang mendo’a : Ya Allah dulu ada dua orang ibu bapak saya yang sudah tua ( Almarum,almarhumah).Saya keluar mengembala dan saya perah susu gembalaaku,lalu saya bawa susunya pulang,saya beri minum ibu bapakku,anak-anakku,,familiku dan Istriku dengan susu itu.Pada suatu hari saya terlambat pulang,saya dapati ibu bapakku sudah tidur,saya tidak suka mengganggu mereka dengan membangunkanya,padahal anak-anak sudah bertangisan,meminta susu dibawah kakiku,begitulah saya tunggu sampai pagi.

Ya Allah kalau Engkau tau bahwa saya berbuat amal itu karena semata-mata menuntut keredho’an Engkau,maka bukakanlah pintu Gua ini.Sehingga kami dapat melihat langit,Nabi Muhammad Saw menjelaskan lebih lanjut bahwa pintu gua itu di buka oleh Tuhan. Yang berdua lagi mendo’a pula dengan bertawasul dengan amal sholeh mereka masing-masing. (HR. Imam Buhari dan Muslim-Shahih buhari Juz 11 halaman 24 dan Shahih Muslim Juz 2 halaman 448,lafaz hadist ini dinuqil dari Kitab” Al’lu’lu wl Marjan fima ittafaqo’Alaihis Syaikhan Jus III halaman 305-306). Ahli Gua ini bertawasul dengan amal sholeh yang telah mereka kerjakan,tidak langsung mereka menyebut: Ya Allah bukalah pintu ini ! tetapi dengan menyebutkan Berkat amal shaleh yang telah ,saya kerjakan;Bukakanlah pintu gua ini.

3.Ingatlah ! Dari Annas bin Malik shahabat Nabi,,berkata bahwasanya, sayyidina Umar bin Khatab Rda adalah apabila terjadi kemarau beliau mendo’a bertawasul degan Abas bin Abdul Mutholib ( Paman Nabi),Umar bin Khatab berdo’a: Ya Allah ! Bahwasannya kami pernah mendo’a dengan bertawasul kepada Engkau dengan nabi Engkau (masih hidup),maka engkau turunkan hujan,dan sekarang kami bertawasul dengan paman Nabi kami maka ya Allah turunkanlah Hujan,berkata Anas: Maka turunlah hujan kepada kami. ( Hadist Shahih,Riwayat Imam Bukhari,lihat Fatul bari jilid III,halaman 150)

4.Ingatlah baik –baik ini ! Dari Anas Bin Malik ia berkata : Datang seorang laki-laki badui kepada Nabi Muhammad Saw,maka ia berkata,: Hai Rasulullah ! kami datanga kepada Engkau karena tidak ada lagi onta yang merigis,tidka ada lagi bayi yang mendengkul.kemudian dia membacakan sebuah sajak : Kecuali tak kemana kami akan pergi,kemankah manusia akan meminta akan bantuan,kalu tidak kepada Rasul Ilahi, Mendengar permintaan itu Nabi lantas berdiri menarik selimut beliau dan lantas naik mimbar,lalu mendo’a ; Ya Allah,Turunkanlah hujan ! ( HR.Imam Bahaqi dalam kitab Dalail,Hadist ini dinuqil dari kitab Fathul Bari Syarah Bukhari pada Juz III halaman 148.

5.Ingatlah ! tersebut dalam kitab hadist Bersabda Nabi Muhammad Saw: Tatkala Nabi Adam as membuat kesalahan lalu beliau berdo’a kepada Tuhan : Ya Tuhanku,Saya mohon ampun kepada-Mu degan “ Haq” Muhammad supaya diampuni saya,Maka Tuhan bertanya : Hai Adam,dari mana engkau tahu tentang Muhammad padahal ia belum dilahirkan ?,Menjawab Adam: Hai Tuhanku ! Setelah Engkau menjadikan saya dengan kekuasaan Engkau.,maka saya angkat kepala saya,lantas saya lihat tertulis di atas tiang “arasy kalimat ;

LAILAHA ILALLAH MUHAMMADARASULULLAH,

Ketika itu tahu lah saya bahwa Engkau tak akan meletakkan nama Engkau,kecuali dengan orang-orang yang Engkau kasihi.Ketika itu Tuhan menjawab : Itu benar.,Hai Adam,Dialah mahluk yang paling Aku sayangi,,Kalau Engkau memohon dengan Saya dengan “Haq” nya,maka saya mengampuni engkau.. ( H.R. Imam baihaqi-Shaih).,

Ketahulah saudaraku kata HAQ itu dengan DERAJATNYA ,oleh karena itu salah satu nama yang sama dimiliki Nabi Muhammad Saw dan Allah Azawajallah yakni ‘ AL-HAQ “

6.Firman Allah Swt didalam Al-Qur’an : Dan kalau mereka pada ketika telah menganiyaya dirinya ( dengan Berbuat dosa) datang kepada engkau ( Hai Muhammad),lalu mereka bermohon ampun kepada Tuhan dan Rasul,Dan Rasul) meminta ampunkan pula utuk mereka kepada Allah.Sesunnguhnya Tuhan penerima Taubat lagi Penyayang. Qs. Anisa’ Ayat 64).

7.Allah berfirman : Mereka mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Qs.Al-Isra’ Ayat 57 ).

8.Allah berfirman : Hai orang-orang yang beriman ! Patuhlah kepada Allah dan Carilah jalan yang mendekatkan kepada-Nya dan berjuanglah di jalan Allah,supaya kamu jadi beruntung. (Qs.Almaidah Ayat 35)

9.Allah berfirman : dan setelah datang kepada mereka Kitab ( Al-Qur’an) dari Tuhan,dimana kitab itu membenarkan yang ada pada mereka ( Taurat),yang mereka masa dulunya ( Sebelum datang nabi Muhammad Saw) minta pertolongan kemenangan dengan dia (bertawasul kepada nabi Muhammad Saw) untuk mengalahkan orang-orang kafir,tetapi manakala telah datang ( Nabi Muhammad Saw) apa yang telah mereka ketahui ( dalam Taurat),mereka Ingkar pula kepadanya ( Nabi Muhammad Saw),Maka kutuk Tuhan atas orang kafir itu. ( QS.Al-Baqoroh Ayat 89 ).

10.Rasullulah Saw ,tersebut dalam kitab Hadist ; ANNAN NABIYA SHALLAHU’ALAIHI WASSALAM ,Qola fidu’aihi, Bihaqi Nabiyika,wal Ammbiyak min qobly. Artinya : Dengan Haq Nabi Engkau dan Nabi-Nabi seblum aku’ ( HR Imam Thabrani), Dan sayyidina Umar ra,juga bertawasul dengan meziarahi Makan Rasulullah Saw dan mengatasi musim kemarau,dan seketika itu pula turun hujan
Nah memadailah uraian saya di atas so’al bertawasul hadis-hadist berkenaan dengan Tawsul banyak,berkaitan pula dengan Hadist Talqien dan Keutama’an Bershalawat.

SAYA POSTINGKAN LAGI ,SEMOGA ADA MANFA'ATNYA,

karena ada saja Rekan di Fb,saya belum tau itu kalo ada hadistnya dsb..dsb meskipun telah berulang-ulang dijelaskan dari jawaban Si Islam Protestant.karena memang banyak yang dipostkan sudah hampir satu tahun yang lalu sedangkan kwan-kawan di FB,bayak juga yang masih anak-anak,yang betul-betul polos tidak tau apa itu Wahabi dan sebagainya.karena mau tidak mau ada juga usia mereka di bawa 20 th,ada yan 17 th,bahkan ada yang 13 th. Dan ada yang memang belum tau sama sekali,walaupun orang Dewasa, Hadist dan Nas Al-Qur'an sudah disertakan,untuk itu Tawasul bukan Bid'ah Hasanah. Tapi Sunnah Nabi Muhammad Saw.

Allahumma soli'ala sayyidina Muhammad wa'ala alihi wa ashabihi ajma'in.

Herman Maulana on FB
Mencium Al-qur’an kok diharamkan,musyrik,bahkan lebih dari sekedar mencium Al-Qur’an,justru diperintahkan sujud Tilwah setidaknya membaca Subhanallahi wal-hamdulillah wala ilahaillah wallahu akbar.

https://www.facebook.com/notes/herman-maulana/gimana-sih-mencium-al-quran-diharamkanmusyrikkhan-memuliakan-kalam-allah/543701272343350



                                  Mengharamkan kaum muslimin wal-muslimat ziaroh kubur,
                                  terus apa itu dilakukan para cingkrangisms !

SANG MUJADID ATAU SANG PEMBAHARU ISLAM-AHLUL KITAB ATAS SYARI'AT NABI MUHAMMAD SAW



AMBILAH YANG TERBAIK DI MASA TAUBATNYA IBNU TAIMIYAH DAN MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB,MESKIPUN MEREKA TAUBAT SAMBAL,TAPI SEJARAH TELAH MENCATAT MEREKA.,TAKLUK DITANGAN PARA ULAMAK AHULUSSUNAH WAL-JAMA'AH KARENA KEBENARAN AH-AHLUSSUNNAH WAL-JAMA'AH.

Sang Mujadid mustinya memberikan pengumuman,agar meninggalkaan Fatwa-fatwa sesatnya,yatanya tidak ditemukan diberbagai tulisanya,bisa jadi karena gengsi atas setatus yang telah dicapainya

Sebagai SANG MUJADID ATAU SANG PEMBAHARU ISLAM.

Ambilah apa yang disampaikan Ibnu tamiyah setelah takluknya ditangan Ulamak Ahlussunnah Wal-jama'ah begitupula degan Muhammad bin Abdul Wahab dalam buku putihnya,jagan mengambil kesesatanya yang dilanjutkan dan berlanjut lalu diperkuat Yahudi dikerajaan Yahudi di Riyadh untuk menghancurkan Islam.

Sabda Nabi Muhammad Saw : Mereka keluar dari islam bagai anak fanah yang melesat dari busurnya dan tidak akan pernah bisa kembali (kebusurnya). Jadi Maluna akmalauna malukum 'akmalukum lakukm dinukum waliyadin ' bagi kami amal kami bagimu amal kamu,bagi kami agama kami bagimu agamamu. jagan mengkafirkan, Ahlussunah Wal-Jama'ah,kafirkanlah yang kafir.

Allahu akabar..!

Allahumma soli'ala sayyidina Muhammad wa'ala alihi wa ashabihi ajma'in


ADA APA DENGAN MEREKA.?????

Bila kita baca karangan2 ulama yg menjadi rujukan wahabi ternya lucu dan pengennya ketawa terus, bagaimana tidak.?

Coba kita baca dgn seksama antara BIN BAZ, SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYAH dan syekh UTSAIN saling menyalahkan dalam masalah nisfu sya'ban.!!!!

‘Abdullah bin Al Mubarok pernah ditanya mengenai turunnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban, lantas beliau pun memberi jawaban pada si penanya, “Wahai orang yang lemah! Yang engkau maksudkan adalah malam Nishfu Sya’ban?! Perlu engkau tahu bahwa Allah itu turun di setiap malam (bukan pada malam Nishfu Sya’ban saja, -pen).” Dikeluarkan oleh Abu ‘Utsman Ash Shobuni dalam I’tiqod Ahlis Sunnah (92).
Al ‘Aqili rahimahullah mengatakan, “Mengenai turunnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban, maka hadits-haditsnya itu layyin (menuai kritikan). Adapun riwayat yang menerangkan bahwa Allah akan turun setiap malam, itu terdapat dalam berbagai hadits yang shahih. Ketahuilah bahwa malam Nishfu Sya’ban itu sudah termasuk pada keumuman hadits semacam itu, insya Allah.” Disebutkan dalam Adh Dhu’afa’ (3/29).[Lihat Fatwa Al Islam Sual wa Jawab, no. 49678]

Perkataan yang amat bagus dari Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin, beliau rahimahullah mengatakan, “Malam Nishfu Sya’ban sebenarnya seperti malam-malam lainnya. Janganlah malam tersebut dikhususkan dengan shalat tertentu. Jangan pula mengkhususkan puasa tertentu ketika itu. Namun catatan yang perlu diperhatikan, kami sama sekali tidak katakan, “Barangsiapa yang biasa bangun shalat malam, janganlah ia bangun pada malam Nishfu Sya’ban. Atau barangsiapa yang biasa berpuasa pada ayyamul biid (tanggal 13, 14, 15 H), janganlah ia berpuasa pada hari Nishfu Sya’ban (15 Hijriyah).” Ingat, yang kami maksudkan adalah janganlah mengkhususkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat tertentu atau siang harinya dengan puasa tertentu.” [Liqo’ Al Bab Al Maftuh, kaset no. 115.]

Ibnu Taimiyah ketika ditanya mengenai shalat Nishfu Sya’ban, beliau rahimahullah menjawab, “Jika seseorang shalat pada malam nishfu sya’ban sendiri atau di jama’ah yang khusus sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian salaf, maka itu suatu hal yang baik. Adapun jika dilakukan dengan kumpul-kumpul di masjid untuk melakukan shalat dengan bilangan tertentu, seperti berkumpul dengan mengerjakan shalat 1000 raka’at, dengan membaca surat Al Ikhlas terus menerus sebanyak 1000 kali, ini jelas suatu perkara bid’ah, yang sama sekali tidak dianjurkan oleh para ulama.”[Majmu’ Al Fatawa, 23/131]

Ibnu Taimiyah juga mengatakan, “Adapun tentang keutamaan malam Nishfu Sya’ban terdapat beberapa hadits dan atsar, juga ada nukilan dari beberapa ulama salaf bahwa mereka melaksanakan shalat pada malam tersebut. Jika seseorang melakukan shalat seorang diri ketika itu, maka ini telah ada contohnya di masa lalu dari beberapa ulama salaf. Inilah dijadikan sebagai hujjah sehingga tidak perlu diingkari.”[Majmu’ Al Fatawa, 23/132]

Setelah menyebutkan perkataan Ibnu Rajab dalam Lathoif Al Ma’arif, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz pun lantas mengomentari pendapat Al Auza’i dan Ibnu Rajab. Beliau rahimahullah mengatakan, “Dalam perkataan Ibnu Rajab sendiri terdapat kata tegas bahwa tidak ada satu pun dalil dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum yang shahih tentang malam Nishfu Sya’ban. Adapun pendapat yang dipilih oleh Al Auza’i rahimahullah mengenai dianjurkannya ibadah sendirian (bukan berjama’ah) dan pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Rajab, maka ini adalah pendapat yang aneh dan lemah. Karena sesuatu yang tidak ada landasan dalilnya sama sekali, maka tidak boleh bagi seorang muslim mengada-adakan suatu ibadah ketika itu, baik secara sendiri atau berjama’ah, baik pula secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan.”[Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 1/190]. Sumber di sini.

Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah (di sela-sela penjelasannya tentang waktu-waktu yang mempunyai keutamaan yang sering dianggap mempunyai keutamaan, padahal tidak benar bahkan terlarang) berkata :

ومن هذا الباب ليلة النصف من شعبان فقد روي في فضلها من الأحاديث المرفوعة والآثار ما يقتضي أنها ليلة مفضلة ، وأن من السلف من كان يخصها بالصلاة ، وصوم شهر شعبان قد جاءت فيه أحاديث صحيحة .

ومن العلماء من السلف من أهل المدينة وغيرهم من الخلف من أنكر فضلها ، وطعن في الأحاديث الواردة فيها كحديث إن الله يغفر لأكثر من عدد غنم كلب ))، وقال لا فرق بينها وبين غيرها .

لكن الذي عليه أكثر أهل العلم ، أو أكثرهم من أصحابنا وغيرهم على تفضيلها ، وعليه يدل نص أحمد، لتعدد الأحاديث الواردة فيها ، وما يصدق ذلك من الآثار السلفية، وقد روي بعض فضائلها في المسانيد والسننوإن كان قد وضع فيها أشياء أخر) ا.هـ

”Dalam bab ini, yaitu tentang malam Nishfu Sya’ban, maka telah diriwayatkan padanya keutamaan yang datang dari hadits-hadits marfu’ dan atsar-atsar yang menunjukkan bahwa malam tersebut adalah malam yang utama/mulia. Beberapa ulama salaf ada yang mengkhususkan padanya shalat dan juga puasa Sya’ban sebagaimana tertera dalam hadits-hadits yang shahih.

Di antara ulama salaf dari kalangan penduduk Madinah dan yang lainnya dari kalangan ulama khalaf mengingkari tentang keutamaannya dan mencela (mendla’ifklan) hadits-hadits yang menjelaskan tentangnya, seperti hadits : ”Sesungguhnya Allah mengampuni dosa lebih banyak dari jumlah domba Bani Kalb”. Tidak ada perbedaan antara malam tersebut dengan malam yang lainnya.

Penjelasan:

Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no. 739 dengan lafadh :

إن الله عز وجل ينزل ليلة النصف من شعبان إلى السماء الدنيا فيغفر لأكثر من عدد شعر غنم كلب

”Sesungguhnya Allah ’azza wa jalla turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya’ban, dimana pada malam itu Allah mengampuni (dosa) yang jumlahnya lebih banyak dari bulu domba milik Bani Kalb” .

Hadits ini diriwayatkan juga oleh Ahmad (6/238 no. 26060), ’Abdun bin Humaid (no. 1509), Ibnu Majah (no. 1389), dan Ath-Thabarani dalam Al-Ausath (no. 199). Sanad hadits ini adalah dla’if sebagaimana diterangkan oleh Syaikh Syu’aib Al-Arna’uth dan Syaikh Al-Albani. Letak kedla’ifannya adalah pada Hajjaaj bin Arthaah. Ia seorang mudallis yang telah meriwayatkan secara ‘an’anah. Akan tetapi, hadits ini adalah shahih dengan keseluruhan jalannya sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahiihah no. 1144. Beliau menyebutkan sekurangnya ada delapan shahabat yang meriwayatkan hadits tersebut yang masing-masing jalannya saling menguatkan satu sama lain. Wallaahu a’lam. – Abul-Jauzaa’

Satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa keutamaan yang tertera pada hadits tersebut bukanlah keutamaan yang khusus dimiliki oleh malam Nishfu Sya’ban tanpa dimiliki oleh malam-malam yang lain. Bahkan keutamaan yang dimiliki oleh malam Nishfu Sya’ban telah tercakup pada keumuman hadits :

ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الآخر يقول من يدعوني فأستجيب له من يسألني فأعطيه من يستغفرني فأغفر له

”Rabb kami tabaaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap malam ketika sepertiga malam yang terakhir, seraya berfirman : ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkan doanya. Dan barangsiapa yang meminta, maka aku akan memberinya. Dan barangsiapa yang meminta ampunan dari-Ku, maka Aku akan mengampuninya” [HR. Al-Bukhari no. 1094 dan Muslim no. 758 dari shahabat Abu Hurairah radliyallaahu ’anhu].

Dengan kalimat ringkas dapat dikatakan : Keutamaan yang dimiliki malam Nishfu Sya’banjuga dimiliki oleh malam-malam yang lainnya, terutama pada waktu sepertiga malam yang terakhir.

Lanjut:

Akan tetapi kebanyakan ulama atau kebanyakan dari shahabat kami dan yang lainnya menganggapnya sebagai malam mulia. Hal tersebut telah ditunjukkan oleh nash Ahmad karena banyaknya hadits-haidts dan atsar-atsar kaum salaf yang menjelaskan tentang keutamaan malam Nishfu Sya’ban. Telah diriwayatkan sebagaian keutamaan malam Nishfu Sya’ban dalam kitab-kitab musnad, sunan. Jika riwayat-riwayat tersebut adalah lemah/palsu, tentu perkaranya adalah lain” [lihat Iqtidlaa’ Shiraathil-Mustaqiim 3/626-627,Majmu’ Fataawaa 23/123, dan Al-Ikhtiyaaraat Al-Fiqhiyyah hal. 65]. Sumber dari sini.

Seandainya ada pengkhususan suatu malam tertentu untuk ibadah, tentu malam Jum’at lebih utama dikhususkan daripada malam lainnya. Karena malam Jum’at lebih utama daripada malam-malam lainnya. Dan hari Jum’at adalah hari yang lebih baik dari hari lainnya karena dalam hadits dikatakan, “Hari yang baik saat terbitnya matahari adalah hari Jum’at.” (HR. Muslim). Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan agar jangan mengkhususkan malam Jum’at dari malam lainnya dengan shalat tertentu, hal ini menunjukkan bahwa malam-malam lainnya lebih utama untuk tidak boleh dikhususkan suatu ibadah di dalamnya kecuali jika ada suatu dalil yang mengkhususkannya. (At Tahdzir minal Bida’, 28).

Syeikh Ibnu Baz rahimahullah mengatakan, “Seandainya malam Nishfu Sya’ban, malam jum’at pertama di bulan Rajab, atau malam Isra’ Mi’raj boleh dijadikan perayaan (hari besar Islam) atau ibadah lainnya, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan memberi petunjuk kepada kita umat Islam mengenai hal ini atau beliau sendiri merayakannya. Jika memang seperti itu beliau lakukan, tentu para sahabat radhiyallahu ‘anhum akan menyampaikan hal tersebut pada kita umat Islam dan tidak mungkin para sahabat menyembunyikannya. Ingatlah, para sahabat adalah sebaik-baik manusia di masa itu dan mereka paling bagus dalam penyampaian setelah para Nabi ‘alaihimus shalatu was salaam. … Dan kalian pun telah mengetahui sebelumnya, para ulama sendiri mengatakan bahwa tidak ada satu dalil yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau para sahabat yang menunjukkan keutamaan malam jumat pertama dari bulan Rajab dan keutamaan malam Nishfu Sya’ban. Oleh karena itu, menjadikan hari tersebut sebagai perayaan termasuk amalan yang tidak ada tuntunannya sama sekali dalam Islam.” (At Tahdzir minal Bida’, 30)

Adapun mengenai Shalat Alfiyah, apakah shalat ini adalah suatu amalan yang dituntukan ketika malam Nishfu Sya’ban?

Perlu diketahui, orang yang pertama kali menghidupkan shalat ini pada malam Nishfu Sya’ban adalah seseorang yang dikenal dengan Babin Abul Hamroo’. Dia tinggal di Baitul Maqdis pada tahun 448 H. Dia memiliki bacaan Qur’an yang bagus. Suatu saat di malam Nishfu Sya’ban dia melaksanakan shalat di Masjidil Aqsho. Kemudian ketika itu ikut pula di belakangnya seorang pria. Kemudian datang lagi tiga atau empat orang bermakmum di belakangnya. Lalu akhirnya jama’ah yang ikut di belakangnya bertambah banyak. Ketika datang tahun berikutnya, semakin banyak yang shalat bersamanya pada malam Nishfu Sya’ban. Kemudian amalan yang dia lakukan tersebarlah di Masjidil Aqsho dan di rumah-rumah kaum muslimin, sehingga shalat tersebut seakan-akan menjadi sunnah Nabi. (Al Bida’ Al Hawliyah, 299)

Lalu kenapa shalat ini dinamakan shalat Alfiyah? Alfiyah berarti 1000. Shalat ini dinamakan demikian karena di dalam shalat tersebut dibacakan surat Al Ikhlas sebanyak 1000 kali. Shalat tersebut berjumlah 100 raka’at dan setiap raka’at dibacakan surat Al Ikhlas sebanyak 10 kali. Jadi total surat Al Ikhlas yang dibaca adalah 1000 kali. Oleh karena itu, dinamakanlah shalat alfiyah.

Adapun hadits yang membicarakan mengenai tata cara dan pahala mengerjakan shalat alfiyah ini terdapat beberapa riwayat sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnul Jauziy dalam Al Maudhu’at (Kumpulan Hadits-hadits palsu). Ibnul Jauzi mengatakan, “Hadits yang membicarakan keutamaan shalat alfiyah tidak diragukan lagi bahwa hadits tersebut adalah hadits palsu (maudhu’). Mayoritas jalan dalam tiga jalur adalah majhul (tidak diketahui), bahkan di dalamnya banyak periwayat yang lemah. Oleh karena itu, dipastikan haditsnya sangat tidak mungkin sebagai dalil.” (Al Maudhu’at, 2/127-130).

— bersama Abu Rumaisha dan 31 lainnya.

 
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=541884389207267&set=a.205411269521249.53654.100001571310717&type=1&theater